(AL IQRO’) Pemahaman tentang arti persahabatan memang beraneka ragam. Bagi masing-masing orang, besar kemungkinan akan ada persepsi yang berbeda tentang arti kata dan makna persahabatan itu. Terlebih di Negara seperti Indonesia yang menyimpan ratusan jenis kultur budaya yang masih dipeluk erat oleh masyarakat.
Kultur budaya tentu akan sangat berpengaruh pada pola pikir dan cara pandang serta cara masing-masing orang mengambil keputusan. Termasuk dalam pertimbangan untuk menentukan pihak yang dijadikan teman dekat atau sahabat.
Pengamat sosial budaya Dharma Agung Dewa Wijaya menilai bahwa, untuk hidup di negeri yang multi kultur seperti Indonesia, masyarakatnya harus mampu mengutamakan budaya saling menghargai dan menghormati perbedaan. Karena jika tidak, akan sering timbul masalah ditengah masyarakat. Meski masalah tersebut muncul dari hal-hal sepele dan tidak substansi, bisa berkembang menjadi masalah serius dan besar.
“Jika rasa toleran kita jaga dengan baik, hampir semua hal akan berjalan lancar dan menyenangkan. Karena pada dasarnya semua orang mendambakan hidup tenang dan bahagia. Salah satu jalan pintas untuk mendapatkanya adalah memupuk rasa toleran,” ungkap Dewa Wijaya saat ditemui sewaktu menghadiri pemakaman Ustadz Nawawi Bin Jai seorang Tokoh Agama di Serpong Tangerang Selatan, Selasa (11/02/2020).
Dewa yang tampak bersedih atas meninggalnya tokoh masyarakat serpong tersebut, mengaku sebelumnya banyak belajar tentang arti toleransi dari Sang Ustadz. Sehingga kepergian mendadak sang Ustadz yang telah ia tempatkan sebagai salah seorang sahabatnya itu, membuatnya merasa sangat kehilangan.
“Almarhum memang layak dijadikan panutan, bukan hanya karena dalam keseharianya yang berprofesi sebagai Guru dan Ustadz. Namun secara personal sebagai sahabat, bagi saya Beliau telah banyak memberi contoh bagaimana cara bersahabat di negeri yang heterogen ini,” tutur Dewa.
“Beliau juga banyak memberi contoh cara bertoleransi yang menurut saya sangat mudah diterima. Beliau memberi contoh tidak dengan berkata kasar dan keras, bahkan dengan tidak banyak berbicara tetapi dengan aksi,” sambung Dewa sambil mengenang pribadi sahabatnya tersebut.
“Semoga Beliau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, Beliau orang baik. Amin,.. YRA,..” tutup Dewa. (red)





