Sadarlah,… Tuhan Itu Dzat yang Maha Sakral

Bagikan

Dr. Dewa Wijaya saat berada di salah satu lokasi di Lombok NTB

(AL IQRO’ Ampenan) Beberapa waktu belakangan ini tidak sedikit dari peran tingkah laku sebagian masyarakat, mengaitkan hal-hal tertentu dengan urusan religiusitas. Meski sadar ataupun tidak perbuatan tersebut terkadang sebenarnya tampak jelas tidak berkaitan secara fundamental dengan urusan keagamaan. Bahkan dalam beberapa urusan tertentu, beberapa gelintir pihak tidak jarang menggunakan nama Tuhan dalam sejumlah urusan, yang sebenarnya lebih condong pada urusan pribadinya.

“Kondisi seperti itu terjadi bukan hanya pada oknum pemeluk satu agama tertentu saja, namun ada juga contoh serupa terjadi pada sejumlah oknum pemeluk hampir semua agama yang pernah ada dari zaman dulu hingga sekarang,” kata seorang pemerhati sosial budaya Dr. Dewa Wijaya dalam satu kesempatan berbincang melalui sambungan telepon, Sabtu (22/05/21).

Disebutkanya juga bahwa terkadang bukan karena unsur kesengajaan, namun lebih karena kurangnya pengetahuan atau karena faktor kebiasaan, sejumlah oknum akhirnya sering membawa-bawa nama Tuhan. Bahkan kadang dalam urusan-urusan yang secara akal sehat semestinya tidak layak untuk menyebut-nyebut Tuhan.

“Tuhan adalah Dzat yang Maha Besar dan Maha Sakral, tidak layak untuk disebut-sebut secara sembarangan. Rasanya tidak pantas bagi kita manusia melakukan itu,” Ungkap pria berpangkat melati dua yang saat ini masih aktif sebagai anggota di Mabes Polri tersebut.

Ia menyinggung hal tersebut karena merasa sangat prihatin akan tindakan beberapa oknum, yang tak jarang begitu mudah menyebut-nyebut nama Yang Maha Skaral itu, pada tempat yang tidak sesuai. Karena menurutnya tindakan yang belakangan nampak menjadi kebiasaan itu, akan bisa menjadi contoh yang kurang baik bagi generasi selanjutnya.

“Pikiran menjadi dasar tindakan, tindakan menjadikan kebiasaan, kebiasaan melahirkan karakter dan karakter menciptakan nasib. Saya khawatir jika kebiasaan seperti itu dilakukan oleh banyak orang, maka akan bisa berpengaruh massif dan kurang baik bagi bangsa ini,” tutup pria yang beberapa saat lalu pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polres Bandara Soeta dan dikenal dengan panggilan AKP Dewa Wijaya itu. (red)

Bagikan

Berita Terkait