Dewa Wijaya: IQ, EQ dan SQ Saja Belum Cukup Menjadi Barometer Kemampuan Manusia

Bagikan

Dr. Dewa Dharma Wijaya saat menerima pengharagaan saat menjadi salah seorang lulusan terbaik diklatpim

(AL IQRO’ Mataram) Setiap orang yang mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin dalam suatu organisasi, baik yang kecil maupun organisasi sebesar negara sekalipun. Pasti memiliki kompetensi dan kemampuan yang sesuai dengan posisi yang dipikulnya. Meski terkadang beberapa orang kerap membuat penilaian sepihak, terkait kemampuan dan kelayakan seseorang dalam memikul tanggung jawab jabatanya.

Pengamat sosial budaya I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir. Tidak sedikit orang sering memvonis kemampuan orang lain berdasar hanya pada beberapa parameter sepihak saja. Diantaranya yang paling sering dijadikan tolak ukur adalah IQ, EQ dan SQ seseorang. Penilaian yang belum tentu valid tersebut, lantas dijadikan acuan baku dalam menilai kelayakan seseorang dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin suatu organisasi tertentu.

“Pengetahuan manusia dalam membuat tolak ukur kemampuan orang lain terus mengalami perkembangan. Awalnya dulu orang hanya menilai dengan parameter IQ (Intelligence Quotient .red) saja, belakangan muncul parameter yang dikenal dengan nama EQ (Emotional Quotient .red). setelah itu yang terakhir ada parameter ketiga yang disebut SQ (Spiritual Quotient),” ungkap Dewa Wijaya pada suatu kesempatan melalui sambungan telepon (08 06 20).

Lebih lanjut, Dewa Wijaya menjelaskan bahwa ketiga parameter itu ternyata belum cukup untuk membuat penilaian yang valid tentang kapabilitas atau kemampuan seseorang dalam menjabat atau meraih jabatan tertentu. Kompetensi seseorang juga ternyata sangat ditentukan oleh satu parameter lain yang oleh DW disebut sebagai QQ (Qualifying Quotient = kemampuan mengkualifikasikan .red).

“Faktor keempat inilah yang sangat menentukan bisa tidaknya seseorang mencapai posisi atau jabatan tertentu. Bahkan bisa dikatakan bahwa faktor QQ ini hasil dari gabungan ketiga kemampuan lainya. Artinya seseorang tidak akan mungkin memiliki kemampuan QQ yang bagus, jika IQ, EQ dan SQ-nya tidak baik secara keseluruhan,” jelas Dewa Wijaya yang saat ini masih memegang salah satu jabatan di Mabes Polri tersebut.

Level QQ yang baik yang dimiliki seseorang akan bisa membuatnya mampu membaca data non fisik di lapangan. Sehingga dia mampu membuat keputusan yang tepat terhadap pola interaksinya dengan siapapun bahkan dengan alam semesta.

“Alam semesta yang saya maksud adalah semua hal yang berkaitan dengan setiap manusia sebagai mahluk individu sekaligus mahluk sosial,” papar Dewa Wijaya yang diketahui beberapa tahun lalu pernah mengemban jabatan Kapolsek di Seropng Banten dan dikenal dengan panggilan AKP Dewa Wijaya ini.

“Untuk lebih detailnya apa yang dimaksud dengan QQ saya jelaskan lain waktu ya.” Ungkap Dewa Wijaya mengakhiri pembahasan malam itu. (red)

Bagikan

Berita Terkait