(AL IQRO’ Mataram) Manusia diciptakan dengan berbagai macam karakter dan sifat. Karakter itulah yang nantinya akan menjadi acuan utama bagi orang lain, saat akan membuat penilaian atau keputusan terkait nasib seseorang. Karakter itu tentu juga akan sangat berpengaruh juga pada perjalanan hidup. Karena nasib seseorang akan banyak dipengaruhi oleh penilaian orang terhadap dirinya.
“Sebagai contoh, perjalanan karir seseorang dalam lingkup ruang kerja misalnya. Orang dengan karakter yang cenderung lembut, oleh atasanya tidak mungkin akan diberikan posisi tanggung jawab pada bidang kerja yang membutuhkan orang-orang berjiwa cadas. Begitu pula sebaliknya.” Ungkap I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya, seorang pemerhati sosial budaya saat sedang berada di salah satu ruang kerja di gedung Mabes POLRI di Jakarta, Rabu (20 05 2020).
Contoh tersebut menurut Dewa Wijaya, cukup untuk dijadikan dasar bagi setiap orang, agar benar-benar memperhatikan karakter apa yang dimiliki atau yang akan dikedepankanya.
“Karakter menentukan nasib di Dunia dan di Akhirat kelak,” lanjut Perwira Polri berpangkat AKBP ini.
Untuk itu, Dewa Wijaya juga membeberkan tips cara membentuk karakter manusia yang ideal. Setidaknya terdapat tiga hal utama yang harus dibangun dan dibentuk dalam upaya mencapai karakter ideal tersebut.
“Tiga hal utama tersebut adalah penguasaan terhadap kompetensi, kedua adalah kestabilan perasaan dan fikiran serta yang ketiga adalah rendah hati.” Ungkap DW yang saat menjabat sebagai Kapolsek Serpong Banten beberapa tahun lalu itu dikenal dengan nama AKP Dewa Wijaya.
Lebih jauh DW menjelaskan bahwa penguasaan terhadap kompetensi sesuai bidang kerja yang dipilih, bisa diraih dengan tiga cara. Pertama dengan memperluas pergaulan. Karena ilmu yang implementatif dapat diraih sebagian besar bukan dari membaca buku atau sekolah formal, melainkan dari infromasi yang berasal dari orang lain. Kedua harus mampu membangun jejaring atau networking. Karena banyak kendala dalam hidup dan pekerjaan yang akan terselesaikan dengan luasnya jaringan tersebut. Ketiga harus rajin dan pandai berdiskusi, karena diskusi membangun kebiasaan untuk berkomunikasi secara dua arah. Yaitu mendengar dan didengar.
“Tips kedua untuk membangun karakter ideal adalah dengan menjaga kestabilan perasaan dan fikiran. Salah satu cara untuk membangun sifat ini adalah dengan menjaga hati agar tidak berada pada kondisi terlalu bahagia saat sedang mendapat kesenangan, dan tidak juga terlalu terpuruk saat diberikan cobaan kesulitan. Sederhananya jangan biarkan diri terlalu senang saat dipuji, dan jangan terlalu sedih saat dicaci.” Papar DW.
“Yang ketiga adalah dengan menjaga kerendahan hati. Orang yang tinggi hati cenderung lebih mudah dijatuhkan dan juga akan sulit mendapat simpati dari orang. Karena manusia adalah makhluk sosial dan pasti akan bergaul dan membutuhkan orang lain dalam alur kehidupanya.” Ungkap Dewa Wijaya.
“Jika dalam hidup karakter ideal ini sudah bisa dikedepankan secara maksimal, maka berani kita pastikan bahwa kehidupan di akhirat kelak juga akan sesuai dengan apa yang diharapkan banyak orang,” kata DW menutup penjelasan padatnya tentang karakter ideal manusia dalam versi wawasanya. (red)





